Mensikapi Tindakan Malaysia



Apa Yang Patut Kita Ambil Sikap Dari Peristiwa Ini?

Garuda di Dadaku

Berulang kali dan berulang kali…itulah mungkin ungkapan yang pas bagi negara tetangga kita Malaysia yang katanya mengaku serumpun. Berulang kali dalam hal menginjak-injak harga diri bangsa kita. Contoh : Mungkin kita masih sulit melupakan peristiwa hilangnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari pangkuan bumu pertiwi, yang berpindah tangan (di rampok) oleh negara tetangga kita “Malaysia“, bukan itu saja, coba tengok saja peristiwa dirampoknya lagu asli daerah kita asal, kesenian Reog, seni batik yang notabene itu semua asli berasal dari negara kita. Okey..okey, mungkin tetangga kita itu sudah meralatnya dengan

tidak meng-klaim kesenian-kesenian tersebut pada akhirnya, tapi setelah peristiwa-peristiwa itu terjadi, bukannya meminta maaf atau apa, malah semakin menunjukkan arogansinya. Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita ditangkapnya tiga petugas penjaga kelautan kita oleh “polis” negara diraja Malaysia, mereka bertiga diborgol, dimasukkan tahanan layaknya seorang penjahat. Padahal mereka bertiga sedang bertugas mengawasi perairan Indonesia dan menangkap pencuri ikan asal negara tetangga kita tersebut. Ingat, mereka sedang berada dalam tugas dan berada di perairan kita sendiri! Anehnya lagi pemerintah kita “entah itu siapa” tidak menunjukkan kewibawaan, ketegasan dan kekerasannya. Tegas tidaklah berarti harus keras, tegas adalah berarti maju membela yang benar. Wong petugas kita itu lho sedang diperairan kita sendiri, masak ditangkap oleh “polis” diraja Malaysia, khan aneh bin ajaib ini namanya. Kita mungkin kecewa dengan apa yang ditunjukkan oleh pemerintah kita terhadap sikap Negara Malaysia tersebut, kekecewaan dan kekesalan tersebut tambah menjadi-jadi tatkala salah seorang Menteri Luar Negeri Malaysia dengan tegas menyatakan sikapnya “TIDAK MINTA MAAF” atas apa yang dilakukan oleh negaranya tersebut. Ini namanya sudah penghinaan terhadap martabat bangsa. Ayolah “Wahai pemimpin bangsaku” beri mereka-mereka pelajaran yang setimpal dengan apa yang diperbuatnya itu. Jangan bersikap lunak, wong kita benar koq. Kita tidak takut untuk untuk berperang, selama apa yang kita yakini dan miliki tidak diinjak-injak oleh bangsa lain. Ingat pahlawan-pahlawan kita yang dengan gigih merebut kemerdekaan ini dari para penjajah. Apa yang direbut dari para pahlawan dari penjajah? tak lain adalah tanah, harkat, martabat dan kedalaulatan kita sebagai bangsa.Lha sekarang kalau tanah (wilayah), harkat, martabat dan kedaulatan kita yang sudah direbut dengan susah payah oleh para pahlawan kita sedang diinjak-injak, dilecehkan, dikangkangi oleh bangsa lain yang “katanya” merasa serumpun tersebut, APA YANG PATUT KITA LAKUKAN???

Tulisan ini hanyalah sekedar suara kecil dari anak bangsa yang merasa bangsanya sekarang ini diinjak-injak oleh bangsa lain Semoga para pemimpin bangsaku yang mungkin membaca tulisan ini, sadar, bahwa anak-anak bangsa ini tidak rela bila harkat, martabat dan kedaulatan bangsa dan negaranya ini dinjak-injak.

Kepada Saudaraku sebangsa dan setanah air ungkapkan pernyataanmu di sini……BEBAS MERDEKA !!!!!

Sikap Kita Terhadap Perlakuan Malaysia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s